Jumat, 19 Agustus 2011

Sentokan

Lamanya eh mimin nda nulis-nulis di blog. maklum, susah eh jadi orang penting.. sibuk sana sini (emang sibuk apa min?) Sibuk nunggu adzan magrib. *buka puasa*

Hari ini mimin kebayang sama SENTOKAN, yang kalo di tempat lain juga disebut Pletokan.  Pasti bubuhan Balikpapan sudah nda terlalu asing lagi sama nama ini. Sentokan itu terbuat dari bambu, panjang 30 cm dengan diameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supayanda  cepat pecah. Bambunya dibagi dua. Untuk penyodok, trus diraut bundar sesuai dengan lingkaran bambu yang buat laras dan bagian pangkal dibikin pegangan sekitar 10 cm.. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disentok / disodok.

Peralatan yang dibutuhkan berupa bambu diameter 1 atau 1,5 cm dan panjang 30-40 cm sebagai laras pestol (bentuk pipa) dan sebagai tolak adalah batangan belahan bambu yang dihaluskan. Sebagai peluru: bunga jambu air, kertas, daun-daunan dan sejenisnya.
Cara menembak adalah pertama pelor (baca : peluru ) dimasukkan dengan batang penolak sampai ke ujung sentokan. Pelor kedua dimasukkan dan ditolak dengan batang penyodok. Pelor kedua ini mempunyai dobel fungsi. Fungsi pertama buat klep pompa untuk menekan pelor pertama yang akan ditembakkan. Fungsi kedua untuk pelor  yang disiapkan untuk ditembakkan berikutnya. Tembakan ini akan menimbulkan bunyi pletok dan pelor terlontar ± 5 meter dan relatif lurus. Biasanya kita pake sentokan buat main perang-perangan..

Hati-hati kalo kena sentokan, bisa belar-beler biru nanti kulitmu, apalagi kalo kena biji mata *wadooow* pulang-pulang nangis ngadu sama mamak. :D